Jadi Anak Pertama Itu…

Selamat pagi, siang, sore, dan malam semuanya (sesuaikan dengan waktu baca kamu. Hihi)! Ini blog saya yang baru, yang lama sedang disembunyikan dulu (isinya sebagian besar adalah cerita fiksi dan puisi), mau dirapikan dulu soalnya. Nah, blog yang ini rencananya akan diisi cerita sehari-hari, sharing rasa bahagia-sedih, pengalaman, pokoknya semua yang nonfiksi alias nyata dan bukan imaaajinasiii (spongebob keleus haha)

Untuk memulai cerita pertama di blog ini, saya akan membagikan pengalaman saya sebagai anak pertama dari empat bersaudara di keluarga. Saya adalah seorang perempuan keturunan Batak Toba yang besar di Medan, Sumatera Utara. Menjadi anak pertama itu tidaklah mudah, nama saya itu seperti melekat juga di kedua orangtua saya, menjadi nama panggilan juga bagi mereka. Kalau di suku saya, ini disebut dengan ‘Boru Panggoaran’, contohnya seperti Bapak Yomi atau Mamak Yomi, bukan menggunakan nama adik-adik saya, tapi nama saya.

Inilah satu tantangan yang cukup berat, karena yang paling diingat keluarga, teman-teman, kerabat, atau siapapun kalau bertemu orangtua saya adalah nama saya, dan pastinya yang akan ditanyakan terlebih dahulu kabarnya adalah saya. Misalnya, “Oia, Mak Yomi, Pak Yomi, udah gimana kabarnya si Yomi, gimana kuliahnya? Udah ada kawan-kawannya (bahasa halus bilang pacar)? Kapan dia merid?” *sesak napas*

Selain itu, anak pertama juga harus bisa menjadi panutan yang baik bagi adik-adiknya. Saya dulu sering merasa tertekan ketika saya mendapati nilai saya di sekolah tidak lebih baik dari nilai adik saya. Kalau bisa dibilang, saya itu bukanlah anak yang rajin, saya cenderung mencuri-curi waktu saat belajar dengan mengerjakan hal-hal random yang saya suka. Seperti membaca novel atau komik, menulis cerita fiksi, puisi, menggambar, membuat doodle, dan lain sebagainya. Sehingga saya terkesan tidak memberi contoh yang baik, karena malahan adik saya yang justru lebih rajin hehe. Tapi sebenarnya itu bukan karena saya tidak mau belajar, saya hanya merasa kurang memiliki waktu untuk melakukan hobi saya hehe.

Jarak usia saya dengan adik saya yang kedua hanya satu tahun lima bulan, tidak begitu jauh. Sulit bagi saya menjadi seorang kakak dari adik yang yang besarnya saja sudah hampir menyamai saya haha. Malah kadang saya merasa dia lebih dewasa dari saya. Meski begitu, sampai sekarang, saya selalu berusaha kok menjadi kakak yang lebih bijak, dewasa, dan menjadi panutan bagi adik-adik saya. Semoga Tuhan selalu memberikan hikmatNya untuk saya yang masih jauh dari kata bijak ini haha.

Adik ketiga dan keempat saya sekarang sudah duduk di bangku kuliah, tidak terasa saya harus semakin berperan sebagai kakak bagi adik-adik saya. Apalagi sejak Bapak sudah tidak ada lagi, saya tidak mau segala masalah kami (saya dan adik-adik) menjadi beban bagi Mamak. Jadi saya pun mengarahkan adik-adik saya, kalau ada masalah yang masih bisa diselesaikan sendiri, ada baiknya jangan membuat Mamak khawatir, kecuali ada hal yang memang mau tidak mau harus melibatkan peran orangtua.

Saya bersyukur pada Tuhan karena diizinkan menjadi anak yang pertama, karena dengan ini saya sadar saya harus lebih baik lagi bagi keluarga saya, sehingga ketika saya melakukan kesalahan ataupun perbuatan yang mendukakan hati Tuhan, saya memiliki beban tersendiri untuk tidak mengulanginya lagi. Dan saya juga terpaksa harus ‘kreatif’ mencari cara untuk mengatur dan menasihati adik-adik saya agar mereka mau menurut dan lebih bisa mendengarkan apa yang saya ucapkan tanpa membuat perasaan mereka terluka atau terintimidasi. Saya sangat mengasihi orangtua dan adik-adik saya, meski terkadang saya bingung bagaimana cara menunjukkannya pada mereka.

So, jadi anak pertama itu punya keseruan sendiri, terlebih kalau punya banyak adik-adik, makin seru dan makin banyak tantangannya! Ada yang kepengin jadi anak pertama? Haha

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s