Momen Terbaik Bersama Sahabat (Part 2)

Menyambung cerita dari yang lalu, berikut momen-momen terbaik lainnya bersama sahabat-sahabat saya :

  1. Tahun 2002 – Ulang Tahun Tigris

Tanggal sepuluh Maret waktu itu, kami mengerjai Tigris habis-habisan. Perayaan ala-ala anak sekolah pada zaman itu adalah melempari teman yang berulang tahun dengan telur. Ya, kami sudah mempersiapkan semua untuk Tigris. Kami juga sudah memperkirakan kalau Tigris tidak akan membawa pakaian ganti, sehingga kami membawa baju bekas (yang sudah kekecilan dan yang sudah ada sobekan kecil) untuk dipakai Tigris nantinya setelah ritual melempari telur selesai. Nah, tibalah di waktu Tigris harus mengganti seragam sekolahnya yang sudah kotor karena telur dengan beberapa pilihan baju yang kami bawa. Satu dia pilih untuk dia pakai, yang lainnya digunakan untuk melap badannya yang kotor #iyuh hahaha. Baju yang dia pilih, yang dia rasa paling layak dipakai ternyata sudah kami modifikasi. Pakaian depan ada bolongan yang terpaksa harus dia tutup dengan ransel yang ditaruh ke depan, dan di belakang ada jebakan maut, yang tanpa Tigris sadari. Ketika pulang ke rumah, dengan menaiki angkutan umum, penumpang lain senyum-senyum melihat ke arah Tigris. Yup, sampai di rumah Tigris baru menyadari kalau di baju bagian belakangnya ada tulisan “Saya ini Inul, lho”, besok paginya kami dijambak satu-satu di sekolah. HAHA

  1. Tahun 2003 – PR Matematika

Sebut saja namanya WC, badannya yang kecil berbanding terbalik dengan otaknya yang besar. Cerdas dan jago matematika. Waktu itu saya sempat suka (mungkin saya kena pelet haha). Jadi, waktu itu lagi tren mengopy tugas matematika yang terkenal susah dari hasil yang dikerjakan WC. Tugas yang dikerjakannya tersebar seantero sekolah, termasuk ke saya dan sahabat-sahabat saya. Tapiii, geng-nya saya itu auranya sudah merasa tidak baik dengan WC ini, karena WC sombong sehingga kami semua sebal. Meski begitu, kami tetap butuh copy-ian tugas itu. Jadi, kami diam-diam memperbanyak di tukang foto copy. Ter-nya-ta, doi tahu kalau kita meng-copy punyanya dia. Kami kepalang malu dan saya waktu itu langsung berakting ‘sok ngga butuh’ dengan cara menyobek lembaran foto copy-ian tugas itu di depan matanya lalu pergi dengan angkuhnya. Setelah jauh dari WC sahabat-sahabat yang lain bengong dan lemas karena sudah tidak punya contekan lagi. Setelah itu saya langsung tertawa terbahak-bahak sambil mengeluarkan lembaran copy-ian yang lain dari dalam tas. Merekapun makin bengong, tapi gembira juga sih, saya mencoba cerdas dengan saya sendiri (?) HAHA

  1. Tahun 2007 – Pondok Putri

Di sinilah awal kami bisa menjadi lebih dekat. Pondok Putri adalah nama kosan yang kami tempati begitu keluar dari asrama. Waktu itu saya sekamar dengan Dina, bersyukur waktu itu kami jarang bertengkar, kan ngga enak ya kalau sekamar sering rebut hehe. Tapiii, waktu itu saya pernah berantam dengan salah satu sahabat saya. Dua-duanya sama-sama gengsi, sebenarnya hanya karena masalah sepele. Tapi ternyata disitu juga awal kami untuk bisa mengenal satu dengan lainnya, bagaimana kami mulai mengerti karakter dan kepribadian sahabat-sahabat saya. Bagaimana memang harus bergesekan dulu untuk menguji pertemanan kami waktu itu.

  1. Tahun 2007 – Cepawo

Kami heboh ketika salah satu sahabat kami sedang dideketin oleh cowok. Cowok ini keturunan chinese, refleks kami langsung memberi sebutan Cepawo (asalnya dari lagu Meteor Garden, ‘cepawo ceci hue hawsyangni’ abaikan pelafalannya yang salah ya hahaha). Dan kami semakin heboh ketika si Cepawo ngapel  ke kosan kami. Mereka janjian bertemu di simpang kosan, karena kami penasaran lalu kami berakting menyusul di belakang sahabat kami itu dan pura-pura ngga sengaja ketemu di simpang kosan terus minta dikenalin. Haha

  1. Tahun 2008 – Saya Diopname

Sejarah pertama kali saya dirawat inap di rumah sakit. Waktu itu berketepatan dengan waktu ujian akhir semester. Berhubung saya jauh dari rumah dan orangtua saya waktu itu tidak bisa datang ke Bogor karena jadwal yang tidak pas dengan pekerjaan di sana, akhirnya sahabat-sahabat sayalah yang bergantian menjaga. Padahal waktu itu sedang masa-masa ujian, tapi mereka dengan penuh kasih menjaga saya #eaaa.

Sebenarnya masih banyak lagi cerita saya bersama sahabat-sahabat saya yang lucu itu, tapi kalau diceritakan semuanya di sini akan memakan waktu yang sangat banyak pastinya. Hehe.Semoga momen-momen tersebut mewakili perasaan saya bahwa sesungguhnya saya sangat bersyukur karena Tuhan sudah mengutus mereka menemani saya untuk menikmati perjalanan hidup ini. Susah senang, semua tidak bisa terlewati dengan baik tanpa penyertaan Tuhan atas persahabatan kami 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s