(Part 3) Liburan Bali : Sunset & 5 km

Jpeg

Hari ketiga di Bali adalah hari yang agak membingungkan. Bingung akan jalan sama siapa dan mau kemana. Ya bingung yang mengarah ke galau sih sepertinya haha. Hingga pukul 9 pagi kami masih gegoleran manja di atas kasur. Karena belum terpecahkan akan kemana, kami pun sarapan terlebih dahulu, mungkin saja setelah sarapan pikiran lebih terbuka (?)

Sambil menikmati sarapan, saya pun menghubungi teman yang berasal dari Sampit (ada di cerita sebelumnya) dan menanyakan rencana mereka hari ini. Ternyata mereka akan menyewa mobil dan driver untuk jalan-jalan menuju Bedugul dan sekitarnya. Sayang seribu sayang karena hari kemarin kami baru saja dari sana, sehingga kami memutuskan untuk tidak bergabung di hari itu.

Kami kembali bingung. “Kemana kah kami hari ini?” Sebenarnya yang membuat bingung adalah menyesuaikan budget dan perjalanan, karena entah kenapa semua menjadi lebih mahal ketika kami hanya membagi biaya perjalanan itu berdua saja.

Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 10.30, akhirnya setelah percakapan dan pemikiran panjang, kami memutuskan untuk pergi ke Uluwatu dan pantai di sekitarnya. Saya dan Wiwi kepengin sekali menyaksikan pertunjukan tari kecak, rasanya sayang saja sudah ke Bali tapi tidak melihat pertunjukan tersebut. Nah, banyak yang bilang, pertunjukan tari kecak yang paling wah itu ya di Uluwatu karena bakground-nya adalah pemandangan alam, tebing-tebing yang tinggi, dan sunset.

Saya dan Wiwi mulai mencari-cari penyewaan mobil yang murah lewat mbah google, rata-rata harga penyewaan mobil, driver, dan sudah termasuk BBM adalah Rp.500.000,- tapi ternyata kami bisa menemukan yang seharga Rp.400.000,-, hemat seratus ribu hihi. Tanpa pikir panjang kami langsung menghubungi pihak penyewaan tersebut dan deal dijemput pukul 12 teng.

Dengan terburu-buru kami mandi, bersiap, berpakaian dan pukul 12 teng drivernya sudah menunggu di lobi hotel. Yup, on time sekali, kami pun langsung ngibrit menemui driver yang sudah menunggu di depan. Bersama bli Komang (nama drivernya), kami siap meluncur untuk jalan-jalan setengah hari bersamaa, yeay!

Perjalanan diisi dengan percakapan kami dan bli Komang, orangnya ramah, friendly, dan sebentar saja sudah akrab. Pekerjaan sehari-harinya adalah freelance driver dan guide, sehingga dia sudah paham sekali tempat-tempat wisata di Bali.

Pukul 2 siang, kami tiba di pantai Pandawa. Pantai yang bersih, biru, dan cantik. Mata ini terasa segar saat memandang hamparan pantai yang indah, terlihat seperti lukisan. Beruntung pada saat kami tiba, pengunjung yang datang belum telalu banyak. Sehingga pemandangannya tidak terhalangan oleh lautan manusia.

Jpeg

Pantai Pandawa

Beberapa saat kami duduk-duduk di pinggir pantai sambil menikmati minuman kelapa muda dan jagung bakar, kemudian setelahnya kami main-main air dan foto-foto. Tidak terasa sudah satu setengah jam kami berada di pantai itu, hingga bli Komang menelepon untuk mengajak cus ke destinasi selanjutnya, pantai Padang-padang. Kalau ke pantai itu memang ngga bisa cuma sebentar ya haha.

IMG_20160819_144659

Karena kami belum makan siang, kami memutuskan untuk makan dulu sebelum melanjutkan perjalanan. Melihat jam sudah menunjukkan pukul 4 lewat, sepertinya ke pantai Padang-padang tidak akan sempat, karena tujuan akhir kami adalah Uluwatu, pertunjukan tari kecak yang mulai pukul 6 sore. Kami tidak mau kehabisan tempat duduk di sana sehingga kami langsung menuju Uluwatu.

Sampai di Uluwatu bli Komang mengingatkan agar kami memasukkan semua barang berharga ke dalam tas, kalau bisa aksesoris seperti gelang, anting, kalung, dan kaca mata dimasukkan saja ke dalam tas karena akan ada monyet yang bisa saja usil mengambil barang-barang tersebut. Kami agak takut sih membayangkan monyetnya akan menyerang kami haha, sehingga kami menurut saja dan memasukkan semua benda-benda yang disebutkan bli Komang tadi ke dalam tas.

Bli Komang membantu kami dalam hal membelikan tiket masuk Uluwatu dan tiket pertunjukan tari kecak. Sementara itu saya dan Wiwi berfoto sambil melihat-lihat di sekitar, was-was juga kalau suatu saat si monyetnya datang atau melompat. Tapi ternyata pas diamati, monyetnya sepi, mungkin lagi tidur, atau lagi malas untuk keluar ya.

Tiketpun sudah di tangan, kami sambil dipandu bli Komang berjalan menuju pura luhur Uluwatu tempat pertunjukan berlangsung. Lokasinya sudah ramai, kebanyakan bule-bule yang ada di sana. Semua excited menanti pertunjukan dimulai.

Pukul 6 sore, para penari kecak sudah duduk melingkar di tengah. Pertunjukan dimulai, semua terkesima menyaksikannya. Sambil sesekali memandang matahari tenggelam, langit oranye cantik yang menjadi latar pertunjukan tersebut, sangat indah, tepat seperti yang dikatakan orang-orang.

Jpeg

Pertunjukan Tari Kecak Uluwatu

Di akhir petunjukan, Hanomannya lucu dan berinteraksi dengan penonton. Sangat terharu melihat ribuan orang dari berbagai negara ada di tempat itu untuk menikmati pertunjukan seni Indonesia, tari kecak. Semua terhibur, semua senang 🙂

Sejam sudah berlalu, pertunjukan usai, saatnya kami pulang. Setengah hari yang berkesan, yang berawal dari kegalauan menjadi kebahagiaan. Ya, segala sesuatu yang tidak terduga itu terkadang menyenangkan Hehe.

Bagi teman-teman yang membutuhkan mobil dan driver selama di Bali, saya merekomendasikan bli Komang, cus langsung saja hubungi doi ke 0821-4411-2590 😀 Terima kasih bli Komang sudah menemani kami jalan-jalan!


Hari ke empat, adalah hari yang paling santai. Kebanyakan kami habiskan di hotel. Tidur-bangun-tidur-bangun-packing-mandi lalu setelah itu kami memutuskan untuk jalan-jalan ke La Plancha Seminyak, wich is lokasinya tidak jauh dari hotel kami dan bisa dijangkau dengan menggunakan Grab Car.

Kami penasaran dengan Beach Bar La Plancha yang memilki ciri khas warna-warni seperti pelangi pada payung dan bean bed (bantal duduk)-nya. Dari foto sepertinya cantik sekali. Tapi begitu kami sampai di sana, memang sih warna-warninya bagus, tapi ternyata tidak seindah bayangan saya #eaaa. Lagi-lagi karena tempat ini terlalu ramai dengan orang-orang, tapi ya namanya juga tempat wisata, pastinya banyak orang ya hihi. Kami memutuskan untuk foto-foto sebentar di sana dan langsung cari makan di luar lokasi.

Waktu itu jam sudah menunjukkan pukul setengah 5 sore, sebelum kami menemukan tempat makan, tiba-tiba tercetus di dalam pikiran ide gila untuk berjalan kaki dari daerah Seminyak ke Mall Beachwalk Kuta (ngga gila-gila amat sih haha). Sebenarnya kami bisa saja naik Grab atau taksi ke sana, tapi kami kepengin menciptakan momen yang tidak biasa di hari terakhir kami di Bali. Dengan mengharapkan GPS dan orang-orang sekitar, kami pun siap melangkahkan kaki di jalan-jalan menuju Kuta.

Setiap kali kami bertanya arah dengan orang yang kebetulan ada di sana, semua mengatakan kalau itu jauh sekali, jarak dari Seminyak ke Beachwalk Kuta adalah sekitar 5 km, dan kami dianjurkan untuk naik taksi saja. Tapi kami tetep kekeuh untuk berjalan kaki, biar betis lebih seksi #eh.

Di tengah perjalanan kami menghibur diri dengan membeli es krim, lalu lanjut lagi berjalan kaki, melihat-lihat sekitar, di kiri kanan banyak penjual oleh-oleh, sementara di jalanan mobil merapat karena macet, dan kami masih bersemangat berjalan di atas trotoar. Setengah perjalanan kami ketemu jalan yang berhadapan dengan pantai Kuta, wah itu tandanya Mall Beachwalk sudah dekat. Di daerah itu banyak sekali restoran mewah yang keren-keren dari segi dekorasi dan desain bangunannya. Sesekali kami berhenti untuk berfoto di depan restoran yang kebetulan penampilan bangunannya bagus sekali. Ya semoga suatu saat bisa datang lagi ke Bali dan menikmati makanan restoran yang ada di sana. Hihi

IMG_20160820_182603

Di Depan Azul Beach Club

Dan kurang lebih pukul 6 kami tiba di Beachwalk, senangnya karena sudah berhasil jalan-jalan cantik 5 km di sore itu. Setelah lelah berjalan kaki, perut kami pun kelaparan. Saatnya mencari makan, beberapa meter dari Beachwalk kami menemukan McD dan langsung memesan makanan di sana. Kami cukup terkesima, sepertinya semua ukuran sajian di McD tersebut di-upgrade ke porsi yang paling besar haha, mulai dari nasi, potongan ayam, minuman, bahkan ukuran cone es krim beserta es krimnya, semuanya berukuran besar. Padahal yang kami pesan itu paket biasa. Mungkin mengikuti porsi bule kali ya, makannya banyak. Tapi jadi pas sekali, setelah jalan kaki, capek, lapar, eh makannya banyak. Puas deh jadinya! haha

Malam itu ditutup dengan perut kenyang dan rasa puas karena berhasil jalan kaki dari daerah Seminyak menuju Kuta. Momen yang sangat berkesan bagi kami dalam menutup hari sekaligus menutup liburan kami di Bali. Terima kasih pada Tuhan yang membuat keinginan kami untuk bisa liburan di Bali kesampaian, meski banyak hal yang tak terduga terjadi, tapi semuanya bisa berjalan manis dan menyenangkan 🙂

Tidak terasa besoknya sudah harus kembali ke Jakarta dan beraktivitas seperti semula. Sayonara Bali! Nantikan kehadiranku di lain waktu hihi 🙂

Iklan

2 pemikiran pada “(Part 3) Liburan Bali : Sunset & 5 km

  1. Ah.. Yomii.. Untungnya aku dapat sahabat ke Bali yang sama2 pingin ini itu.. Hahaha.. Jadi teringat moment2 dimana semuanya banyak kejutan ya.. Pingin balik lagi ke Bali.. Tapi yuks nabung dulu kita.. Hahaha

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s