Kemandirian Finansial : Pentingnya Memikirkan Masa Depan

shutterstock_212668393

Sumber : Shutterstock

Memikirkan masa depan terkadang menjadi hal yang tersisihkan dari kehidupan anak muda yang telah bekerja. Ketimbang memikirkan kondisi hidup mereka di sepuluh atau dua puluh tahun ke depan, kebanyakan sangat asik untuk menikmati masa muda yang tidak akan datang kedua kalinya. Ya, menikmatinya dengan melakukan apapun selagi bisa, contohnya seperti berbelanja apa saja untuk menyenangkan batin, jalan-jalan berpetualang ke mana saja mumpung belum menikah, dan memuaskan diri dari hasil jerih payah yang selama ini telah dilakukan. Hal tersebut tidak sepenuhnya salah, karena sesekali reward untuk diri sendiri memang perlu. Tapi bukan berarti ini bisa dilakukan terus-terusan.

Sikap Waspada dan Berjaga-jaga

shutterstock_461173597

Sumber : Shutterstock

Merencanakan keuangan bukan selalu persoalan bagaimana caranya mencari uang sebagai pemasukan sehari-hari. Namun, harus serta-merta mampu mengelolanya dengan baik. Anak muda diharapkan dapat mengatur arus keluar masuknya uang dari dalam dompet, serta tahu mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang menjadi sebuah keinginan. Meski hal seperti ini sudah sering didengar, namun tetap saja sulit untuk dipraktikkan. Mungkin karena kurangnya kesadaran akan pentingnya memiliki sikap waspada atau berjaga-jaga.

Sesungguhnya, tidak ada yang bisa menebak kapan datangnya hal-hal yang tak terduga terjadi. Seperti sakit, kecelakaan, bencana alam, kena PHK, dan banyak hal lainnya. Daripada kalang kabut kebingungan jika hal-hal tersebut tiba-tiba datang, lebih baik untuk selalu waspada dan berjaga-jaga.

Kemandirian Finansial

Apakah wujud dari sikap waspada dan berjaga-jaga itu?

  1. Menabung sebagai kebutuhan jangka pendek
    Anak muda mampu menetapkan tujuannya lalu berusaha mewujudkannya dengan menabung terlebih dahulu. Contohnya, tahun depan saya ingin sekali membeli kamera tapi untuk saat ini saya tidak memiliki dana yang cukup. Nah, selagi masih ada waktu, saya masih bisa menabung dan mengumpulkan uang untuk mencapai tujuan saya. Yaitu, dengan cara mengurangi pengeluaran yang tidak penting dan fokus dengan apa yang ingin saya capai.
  2. Berinvestasi untuk kebutuhan jangka panjang
    Melakukan investasi tidak selalu melibatkan uang dalam jumlah yang sangat besar. Contohnya, reksa dana yang bisa dimulai dengan Rp 100 Ribu saja, atau tabungan emas yang bisa dimulai dengan Rp 5 Ribu, asal kita tahu triknya, kedua jenis investasi ini dapat memberikan keuntungan yang menjanjikan.
    Bagi anak muda yang memiliki uang lebih, tidak ada salahnya jika berinvestasi di bidang properti. Selain memiliki keuntungan yang cukup besar, investasi pada properti senantiasa membuat keuangan di masa depan menjadi lebih stabil, dan jika disewakan dapat mendatangkan passive income.
  3. Berasuransi sebagai antisipasi risiko keuangan
    Karena tidak ada yang bisa menebak kejadian di masa mendatang, kita setidaknya dapat waspada dan berjaga-jaga dengan memiliki senjata cadangan yaitu asuransi. Ya walaupun masih banyak yang tidak rela mengeluarkan uangnya untuk sebuah asuransi, karena dia merasa saat ini hidupnya baik-baik saja.
    Padahal dengan memiliki asuransi, kita tidak perlu khawatir kekurangan uang apabila sewaktu-waktu terjadi hal yang tak terduga. Contohnya saja jika tiba-tiba sakit dan terpaksa dirawat di rumah sakit, akan lebih tenang jika sudah memiliki asuransi kesehatan. Pun kalau yang hobinya melakukan perjalanan jauh, asuransi kecelakaan penting adanya.Nah, dalam memilih asuransi, sebaiknya harus hati-hati, pilihlah perusahaan asuransi yang terpercaya karena memiliki kredibilitas yang tinggi. Contohnya saja asuransi yang disediakan oleh Sinarmas MSIG Life. Mulai dari asuransi dasar tradisional, auransi unit link, bahkan asuransi syariah pun ada. Tinggal pilih saja sesuai dengan kebutuhan.

Apabila anak muda sudah melakukan ketiga hal di atas, artinya mereka sudah bertumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa dalam mengelola keuangan serta dapat mewujudkan kemandirian finansial guna menghadapi masa depan yang lebih kuat dan mantap.

Jika belum, yuk, atur uangmu! Tidak ada kata terlambat untuk mencoba dan tidak ada kata terlalu muda untuk memikirkan masa depan.

***webanner-blogger-new-corp-web
Tulisan ini diikutsertakan dalam
Blog Writing Competition Sinarmas MSIG Life : “Yuk, Atur Uangmu!”

Iklan

6 pemikiran pada “Kemandirian Finansial : Pentingnya Memikirkan Masa Depan

  1. Kelaziman memang ketika anak muda, yang pertama kali memegang keuangan secara mandiri, cenderung lebih mementingkan kondisi saat ini ketimbang waktu-waktu yang akan datang.

    Saya pernah, dan terlambat menyadarinya, bahwa menabung dan berinvestasi itu penting.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s