Jutaan Rindu untuk Bapak

Tidak cukup sekali aku mengatakan rindu padamu. Ini lebih dari ratusan kali, ribuan, bahkan jutaan pun  lebih.

lomba-hari-ayah-2016-yomi-hannaTahun 2012 adalah tahun yang muram, karena di tahun itulah Bapak pergi. Pergi untuk selamanya, Bapak menjauh dari kehidupan kami, dan mendekat ke pangkuan Bapa di surga.

Enam tahun sebelum kepergian Bapak, aku adalah si perantau yang sok kuat. Lalu mendengar kabar duka, seketika aku menangis sejadi-jadinya. Ternyata aku tak sekuat itu. Batinku masih membutuhkan Bapak, tapi Tuhan bilang waktunya sudah habis. Aku harus ikhlas, meski tak ikhlas.

Pak, aku rindu. Bukan sekadar rindu yang nanti-nanti bisa saja bertemu. Tapi ini rindu yang nanti-nanti tidak bisa bertemu lagi. Membayangkan ini, sungguh jumpalitan sedihnya, sesenggukan macam tak ada lagi hari esok. Seperti orang yang putus harapan, tapi tidak juga.

Pak, aku rindu. Mulutku berkali-kali mengucapkannya, bahkan otakku, bahkan hatiku, bahkan seluruh tubuhku. Aku menyesal dengan diriku yang dulu, yang punya segudang gengsi untuk membagi cerita padamu, tentang apa saja, tentang macam perasaan. Aku terlalu sombong, seolah aku akan memiliki waktuku selamanya ada di sisi Bapak. Jadi untuk bercerita? Ya nanti-nanti saja. Nanti-nanti yang tidak akan pernah menjadi nanti.

Pak, aku rindu. Terlalu rindu sampai Bapak masuk ke dalam mimpiku. Aku tidak mau bangun, nanti Bapak hilang, nanti Bapak ngga bisa aku lihat lagi, nanti… ah sudahlah, Tuhan bilang aku harus bangun. Meski Bapak tidak ada lagi, meski semuanya tidak akan pernah sama lagi, aku harus bangun. Aku harus tetap menjalani hari-hariku, menggapai mimpi-mipiku yang belum terwujud, meneruskan kebaikan-kebaikan yang pernah Bapak titipkan.

Dari lubuk hatiku yang paling dalam, dari mataku yang paling sembab, dari sepiku yang paling sendu, aku akan terus merindukanmu, Pak. Meski langit biru berubah menjadi gelap, hujan badai menjadi matahari terik, senyumku memudar kemudian merekah kembali, aku akan tetap merindukanmu, Pak. Tidak cukup sekali aku mengatakan rindu padamu. Ini lebih dari ratusan kali, ribuan, bahkan jutaan pun lebih.

Iklan

2 pemikiran pada “Jutaan Rindu untuk Bapak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s