‘Iseng-iseng’ Berhadiah

affirmation-gratitude

Source Image : personalexcellence.co

Pernahkah kalian mengucapkan keinginan di dalam hati atau secara spontan mengutarakannya ke teman, di sosial media, atau di manapun lalu beberapa waktu kemudian (bisa seminggu, sebulan, atau beberapa tahun setelahnya) ternyata terkabulkan dan benar-benar terjadi?

Saya sudah pernah mengalaminya dan rasanya menyenangkan, selain itu ada perasaan lucu juga sih haha. rasanya seperti ‘ternyata dikabulkan juga, padahal cuma iseng-iseng minta hihi’.

Dunia Anak dan Dunia Menulis

Dulu sewaktu saya baru tamat kuliah, saya ingin mendapatkan pekerjaan seputar dunia anak dan seputar dunia tulis-menulis. Karena setidaknya, dua hal itu adalah hal yang saya suka. Meski sebelumnya saya sempat berpikir bahwa kemungkinannya kecil saya bisa bekerja di dunia anak dan sekaligus bisa menulis juga. Entah karena saya pesimis atau saya memang sedang bingung memikirkan perusahaan mana yang seperti itu, yang bisa saya lamar untuk bekerja.

Tapi pada hari itu, di siang bolong yang tak terduga. Saya ditelepon oleh salah satu perusahaan yang mengatakan bahwa saya diundang untuk interview di sana. Beberapa kali saya tanyakan nama perusahaannya apa, dan beberapa kali dijawab kalau nama perusahaannya adalah BERANI, tapi saya ngga dong juga itu perusahaan apa, sebelumnya saya tidak pernah dengar nama itu. Apa itu ‘Berani’? Saya juga tidak tahu, saya hanya apply-apply saja karena saya butuh kerjaan. Pagi harinya memang saya sedang ‘gila’ dan langsung apply banyak kerjaan di Jobstreet, siangnya saya ditelepon oleh ‘Berani’.

Saya langsung mencari tahu lewat mbah google untuk menghindari penipuan atau sejenisnya. Ternyata ‘Berani’ itu adalah perusahaan media anak. Koran anak pertama di Indonesia. Artinya, itu perusahaan memang benar ada, haha.

Besoknya saya langsung cus ke Jakarta buat interview ditemani oleh adik saya (Waktu jadi jobseeker saya tinggal di Bogor). Kenapa ditemani oleh adik? Karena saya takut nyasar sendirian di Jakarta, jarang-jarang saya ‘keluar kandang’ soalnya haha.  Setelah interview, saya langsung balik ke Bogor. Belum sampai di kosan, pas di tengah jalan, tepatnya di tengah-tengah penumpang angkot Baranangsiang – Laladon, saya ditelepon HRD nya. Dengan sedikit keberisikan, saya sayup-sayup mendengar kalau saya keterima menjadi karyawan di perusahaan itu. Saya senangnya bukan main sekaligus excited! Di interview pertama saya sebagai jobseeker, saya langsung dapat kerjaan dan kerjaan itu di perusahaan media anak. Sekali lagi di perusahaan yang tidak jauh-jauh dari dunia anak, dan saya keterima sebagai staff diklat yang akan turun ke sekolah-sekolah buat ngajarin creative writing, school journalism, dan pendidikan informal lainnya. Ada anak-anak, ada kegiatan tulis menulis, itu artinya, permintaan saya dikabulkan Tuhan. Yeay!

Mall Kedoya

Nah, lanjut lagi, kali ini permintaannya jauh lebih iseng. Jadi, di dekat kantor saya waktu itu tidak ada mini market yang dapat dijangkau dengan jalan kaki sejauh lima menit saja. Sebenarnya ada sih alfamart dan indomaret, tapi cukup jauh, kalau ke sana jalan kaki cukup bikin ngos-ngosan juga. Karena saya anaknya suka jajan, suka belanja ini itu untuk keperluan sehari-hari di kosan, dan rasanya kerepotan untuk belanja jauh *dasar Yomi pemalas* haha

Sesungguhnya daerah sekitar kosan dan kantor itu seperti kota mati, sepi dari tempat jajanan dan sebagainya. Jam 9 malam saja warung kecil sudah tutup, sudah sepi. Jadi, ya saya iseng minta sama Tuhan kalau setidaknya adalah satu semacam alfamart atau indomaret di situ, biar agak ramai gitu kan ya.

Lupa, beberapa lama setelah saya minta seperti itu, ada aroma-aroma pembangunan indomaret di dekat kantor, masih lihat tukang bangunan dan semennya saja saya sudah senang, tidak sabar menunggu indomaret itu selesai. Waktu indomaret itu kelar dibangun, saya masih ingat, saya dan teman-teman saya menamai tempat itu dengan sebutan ‘Mall Kedoya’. Indomaret rasa mevvah, saking keringnya tempat jajan di sana hingga terciptalah sebutan itu! Kami cukup norak, setiap kali selesai makan siang, kami rutin langsung jajan di sana, hahaha. (penampakan indomaretnya ada di vlog #3)

Seperti biasanya, di situ ada indomaret, di situ pula alfamart menyertainya. Setelah indomaret selesai dibangun, beberapa bulan setelahnya ada alfamart. Dan kini, saya dimanjakan oleh dua mini market itu. Terima kasih indomaret, terima kasih alfamart. Thanks God!

Vokalis Band

Saya suka menyanyi, suara bagus atau tidak, itu urusan belakangan. Haha. Karena hobi saya ini, saya pernah sekali kepengin nyanyi di studio band gitu. Kalau nyanyi di tempat karaoke sudah sering, tapi saya pengen nyanyi ala-ala anak band. Ada yang main gitar, bass, keyboard, drum, dan saya yang jadi penyanyinya. Karena kebetulan memang teman-teman dekat saya tidak ada yang lengkap yang biasa memainkan alat musik seperti yang saya sebutkan di atas, jadi kesempatan saya buat nyanyi di studio band itu sangat sedikit. Tapi tetap saja, saya iseng minta sama Tuhan, kalau diizinkan saya bolehlah ya sekali-sekali nyanyi di studio band, kepengin aja ngerasain pengalaman itu meski bingung juga gimana caranya. haha

Sampai suatu saat, ada salah satu teman kantor yang nawarin saya buat jadi vokalis band sepupunya dia, karena mereka lagi butuh vokalis. Meski saya merasa tidak percaya diri dengan kualitas suara saya, saya nekat saja, pengen nyobain haha.

Daann, akhirnya saya pernah juga ngerasain jadi vokalis di studio band. Beberapa kali latihan, sampai sempat buat nama band juga, tapi karena kesibukan masing-masing usia bandnya tidak bertahan lama. Tapi, terima kasih atas pengalamannya! Menyenangkan sekali 🙂

Sebenarnya ada banyak cerita-cerita yang seperti ini, kalau diceritain semua akan jadi panjang sekali. haha. Jadi cukup disimpan dalam hati saja, dan bersyukur pada Tuhan karena telah mengabulkan sedikit banyak dari permintaan-permintaan iseng saya. Cukup membuat takjub juga sih, karena ada perasaan di mana kadang kita tidak memercayai kalau keinginan kita itu sesungguhnya Tuhan dengar. Walaupun tidak semua harapan atau keinginan dikabulkan, tapi saya percaya, yang dikabulkan itu adalah keinginan yang memang layak untuk kita nikmati saat itu, dan yang belum berarti ya waktunya tidak sekarang. Bisa saja besok, lusa, dan kapanpun Tuhan mau.

Sementara itu, saat ini ada banyak daftar keinginan saya, mulai dari yang iseng sampai beneran kepengin, seperti nanti pengen punya rumah yang kamar mandinya bisa disetel untuk mandi air panas atau air dingin #halah hingga keinginan saya yang sampai saat ini masih menanti untuk dikabulkan, yaitu dapat pasangan hidup yang takut akan Tuhan, baik hati, sabar, setia, dan lainnya (sisanya langsung disebutin ke Tuhan aja haha).

Kalau pengalaman kamu gimana?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s