‘Iseng-iseng’ Berhadiah

affirmation-gratitude

Source Image : personalexcellence.co

Pernahkah kalian mengucapkan keinginan di dalam hati atau secara spontan mengutarakannya ke teman, di sosial media, atau di manapun lalu beberapa waktu kemudian (bisa seminggu, sebulan, atau beberapa tahun setelahnya) ternyata terkabulkan dan benar-benar terjadi?

Saya sudah pernah mengalaminya dan rasanya menyenangkan, selain itu ada perasaan lucu juga sih haha. rasanya seperti ‘ternyata dikabulkan juga, padahal cuma iseng-iseng minta hihi’.

Dunia Anak dan Dunia Menulis

Dulu sewaktu saya baru tamat kuliah, saya ingin mendapatkan pekerjaan seputar dunia anak dan seputar dunia tulis-menulis. Karena setidaknya, dua hal itu adalah hal yang saya suka. Meski sebelumnya saya sempat berpikir bahwa kemungkinannya kecil saya bisa bekerja di dunia anak dan sekaligus bisa menulis juga. Entah karena saya pesimis atau saya memang sedang bingung memikirkan perusahaan mana yang seperti itu, yang bisa saya lamar untuk bekerja. Baca lebih lanjut

Jangan Lupa untuk Tersenyum (1)

Banyak hal-hal baik dan menyenangkan yang terjadi, membuat kita bahagia, membuat kita menginginkannya terjadi lagi. Tidak sedikit juga kita merasa sedih, mungkin karena masalah kecil, masalah besar ataupun karena apa yang diinginkan hati kita tidak terjadi. Ya memang begitulah perasaan diciptakan, bukan hanya untuk mengecap satu, melainkan banyak rasa. Jadi, nikmati semua perasaan yang disediakan. Baik perasaan menyenangkan ataupun menyedihkan, semua itu menjadi harmonisasi warna yang membuat hidup menjadi lebih bernyawa, lebih terasa ‘manusia’nya.

Resolusi 2017 : Realisasikan!

Memasuki tahun 2017 entah kenapa terasa datar, tidak ada perasaan yang menggebu-gebu, tidak ada rasa excited yang terlalu, ya hanya biasa –biasa saja. Bukan berarti tidak bersyukur  bahwa tahun 2016 sudah berlalu. Hanya saja saya merasa tahun 2017 adalah tahun yang semakin serius. Usia semakin bertambah, semua hal setidaknya harus lebih matang dipikirkan. Dan ini membuat pundak Barbie makin berat, dan otak makin cepat panas (?) haha #yomisudahsemakintuadewasa

Jadi, saya berniat, resolusi tahun ini harus lebih realistis dan lebih terstruktur. Semoga keinginan-keinginan printil yang tidak terlalu penting bisa diatasi, dan dapat melihat mana yang lebih butuh untuk direalisasikan.

Nah, berikut beberapa resolusi yang ingin saya capai di tahun 2017, ngga banyak sih, tapi lumayan berat (menurut saya). Cekidot! Baca lebih lanjut

Jutaan Rindu untuk Bapak

Tidak cukup sekali aku mengatakan rindu padamu. Ini lebih dari ratusan kali, ribuan, bahkan jutaan pun  lebih.

lomba-hari-ayah-2016-yomi-hannaTahun 2012 adalah tahun yang muram, karena di tahun itulah Bapak pergi. Pergi untuk selamanya, Bapak menjauh dari kehidupan kami, dan mendekat ke pangkuan Bapa di surga.

Enam tahun sebelum kepergian Bapak, aku adalah si perantau yang sok kuat. Lalu mendengar kabar duka, seketika aku menangis sejadi-jadinya. Ternyata aku tak sekuat itu. Batinku masih membutuhkan Bapak, tapi Tuhan bilang waktunya sudah habis. Aku harus ikhlas, meski tak ikhlas.

Pak, aku rindu. Bukan sekadar rindu yang nanti-nanti bisa saja bertemu. Tapi ini rindu yang nanti-nanti tidak bisa bertemu lagi. Membayangkan ini, sungguh jumpalitan sedihnya, sesenggukan macam tak ada lagi hari esok. Seperti orang yang putus harapan, tapi tidak juga. Baca lebih lanjut