Resolusi 2017 : Realisasikan!

Memasuki tahun 2017 entah kenapa terasa datar, tidak ada perasaan yang menggebu-gebu, tidak ada rasa excited yang terlalu, ya hanya biasa –biasa saja. Bukan berarti tidak bersyukur  bahwa tahun 2016 sudah berlalu. Hanya saja saya merasa tahun 2017 adalah tahun yang semakin serius. Usia semakin bertambah, semua hal setidaknya harus lebih matang dipikirkan. Dan ini membuat pundak Barbie makin berat, dan otak makin cepat panas (?) haha #yomisudahsemakintuadewasa

Jadi, saya berniat, resolusi tahun ini harus lebih realistis dan lebih terstruktur. Semoga keinginan-keinginan printil yang tidak terlalu penting bisa diatasi, dan dapat melihat mana yang lebih butuh untuk direalisasikan.

Nah, berikut beberapa resolusi yang ingin saya capai di tahun 2017, ngga banyak sih, tapi lumayan berat (menurut saya). Cekidot! Baca lebih lanjut

Jutaan Rindu untuk Bapak

Tidak cukup sekali aku mengatakan rindu padamu. Ini lebih dari ratusan kali, ribuan, bahkan jutaan pun  lebih.

lomba-hari-ayah-2016-yomi-hannaTahun 2012 adalah tahun yang muram, karena di tahun itulah Bapak pergi. Pergi untuk selamanya, Bapak menjauh dari kehidupan kami, dan mendekat ke pangkuan Bapa di surga.

Enam tahun sebelum kepergian Bapak, aku adalah si perantau yang sok kuat. Lalu mendengar kabar duka, seketika aku menangis sejadi-jadinya. Ternyata aku tak sekuat itu. Batinku masih membutuhkan Bapak, tapi Tuhan bilang waktunya sudah habis. Aku harus ikhlas, meski tak ikhlas.

Pak, aku rindu. Bukan sekadar rindu yang nanti-nanti bisa saja bertemu. Tapi ini rindu yang nanti-nanti tidak bisa bertemu lagi. Membayangkan ini, sungguh jumpalitan sedihnya, sesenggukan macam tak ada lagi hari esok. Seperti orang yang putus harapan, tapi tidak juga. Baca lebih lanjut

Kemandirian Finansial : Pentingnya Memikirkan Masa Depan

shutterstock_212668393

Sumber : Shutterstock

Memikirkan masa depan terkadang menjadi hal yang tersisihkan dari kehidupan anak muda yang telah bekerja. Ketimbang memikirkan kondisi hidup mereka di sepuluh atau dua puluh tahun ke depan, kebanyakan sangat asik untuk menikmati masa muda yang tidak akan datang kedua kalinya. Ya, menikmatinya dengan melakukan apapun selagi bisa, contohnya seperti berbelanja apa saja untuk menyenangkan batin, jalan-jalan berpetualang ke mana saja mumpung belum menikah, dan memuaskan diri dari hasil jerih payah yang selama ini telah dilakukan. Hal tersebut tidak sepenuhnya salah, karena sesekali reward untuk diri sendiri memang perlu. Tapi bukan berarti ini bisa dilakukan terus-terusan. Baca lebih lanjut

Jika Pergi dan Tak Tahu Arah Jalan Pulang

3975067535_3856f9c514_b

Sumber : Shutterstock

Saya suka caranya Tuhan memberi pengertian. Tidak dengan kata-kata tapi dengan nyata-nyata. Membuat otak pintar menjadi tak kelihatan pintar, karena mendadak banyak hal yang menjadi tak dimengerti.

Jelas Tuhan mau kita untuk sadar. Bahwa jika DIA mau kita kebingungan, ya kita pasti kebingungan. Jika DIA mau kita nyasar, ya kita pasti nyasar. Masalahnya, Tuhan maunya kita kebingungan dan tahu harusnya tanya ke siapa. Lalu Tuhan maunya kita nyasar dan tahu harusnya kembali ke jalan yang mana. Karena di dalam ketidakmengertian kita, Tuhan sisipkan hati nurani, yang bisa menuntun kita ke mana harusnya kita berada. Tapi sayang, tidak banyak yang menggunakannya. Mungkin ada yang tidak menyangka kalau ternyata punya hati nurani, malah marah-marah karena dikira Tuhan tidak sayang dan sengaja menjerumuskannya. Baca lebih lanjut